Friday, February 27, 2015

AC mobil bau Dan Tips Menghindarinya

AC mobil bau Dan Tips Menghindarinya

Pernah mengalami hal seperti ini pada ac mobil anda???
- Bau asem
- Bau kecut
- Bau gosong
- Bau oli
- Bau bangkai
- Bau apek seperti pakaian tidak kering
- Bau rokok
- Bau asap
- Bau freon
- Bau sangit
- Bau lainnya...


Biasanya jika performa AC sudah tidak maksimal, bisa juga muncul dengan keluhan ini :
- Saat pagi hari pertama kali hidup mobil, Brrr... terasa aroma tidak sedap itu selama beberapa detik setelah itu normal kembali.
- Pada saat di belakang mobil diesel, truk atau metro mini ada bau asap knalpot masuk kedalam mobil.
- Pada saat mobil mulai jalan yang awalnya tidak ada bau, namun tiba-tiba mengeluarkan bau asam tetapi hanya beberapa saat saja.
- AC kurang dingin, dan juga bisa menimbulkan bau gas freon / oli tentunya itu pasti akan sangat menganggu pada saat mengendara didalam mobil.

Jangan menganggap ringan kondisi bau di dalam kabin mobil anda. Selain harus dijaga kebersihannya, bau apek dan lembab di dalam kabin mobil yang kurang terawat tidak hanya mengganggu, tetapi juga tidak sehat. Apalagi jika baunya sudah tercampur dengan AC, membuat udara dalam mobil keluarga menjadi pengap. Padahal mobil adalah tempat dimana anda akan berlama-lama ketika melakukan perjalanan, apa jadinya kalau di dalam kabin mobil anda memiliki aroma yang tidak sedap atau semacam bau asap knalpot kendaraan, tidak hanya akan mengganggu indera penciuman anda tapi juga bisa menyebabkan mata anda terasa pedih. Selain itu, asap bau yang keluar dari knalpot kendaraan juga mengandung kadar CO2 yang tinggi, dan bisa berbahaya bagi kesehatan anda. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, anda akan mengalami gangguan kesehatan terutama pada system pernafasan anda.
bau knalpot kendaraan juga dapat menyebabkan pusing dan berpotensi menyebabkan keracunan pada sel tubuh, tentu akan membuat siapapun yang berada di dalamnya menjadi tidak nyaman.

Penyebab ac mobil bau disebabkan oleh faktor ini :
- Evaporator kotor dan berlendir sehingga tumbuhnya jamur dan bakteri yang akan berkembang biak di evaporator yang menjadi pemicu bau asam dan bau tidak sedap lainnya.
- Parfum yang kadar alcohol nya tinggi juga bisa membuat AC menjadi bau asam, sebaiknya gunakan parfum dengan kualitas yg lebih baik.
- Asap Rokok juga salah satu hal yang sering membuat AC mobil menjadi bau
- Evaporator mengalami kebocoran juga akan menyebabkan bau, namun bau freon ini memiliki ciri khas tergantung seberapa besar bocornya dan berapa % sisa freon tersebut dari kapasitas system AC nya sendiri
- Ventilasi jendela angin luar terbuka akan menyebabkan bau asap knalpot kendaraan dari luar, bau limbah, dan sebagainya.
- Pada beberapa kasus kami juga pernah mendapatkan bau AC itu dari binatang mati yang berada di dalam evaporator, seperti bangkai tikus, cicak, kecoa, dsb.



Tips menghindari bau tidak sedap adalah dengan cara sbb :
- Disarankan tidak merokok dalam mobil karena asap rokok akan menempel pada Evaporator AC mobil
- Disarankan tidak makan didalam mobil
- Disarankan tidak membawa makanan yang berbau tajam didalam mobil, kalaupun tetap ingin membawa, kami sarankan untuk membeli box termos es ukuran kecil yang selalu stand by di letakkan di bagasi mobil jadi apabila membawa makanan bisa diletakan didalam box tersebut
- Disarankan tidak menggunakan parfum kualitas rendah
- Menjaga kebersihan interior mobil, khusus nya dari karpet sebelah kiri. karena di sinilah posisi debu dan kotoran yang akan dihisap kedalam evaporator AC mobil.
- Bersihkan kabin mobil sesering mungkin, sehingga bakteri dari kotoran tidak masuk ke dalam AC.
- Gunakan filter kabin ( apabila standar mobilnya sudah bisa dipasang filter ini, karena tidak semua mobil terdapat rumah / dudukan filternya )
- Disarankan jangan terlalu sering membuka kaca jendela mobil pada saat perjalanan

Wednesday, February 18, 2015

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 5 )

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 5 )

Perawatan Ekstra Agar Efisien

Biar performa tetap optimal sekaligus konsumsi bensin tetap efisien, diperlukan perawatan ekstra. “Paling penting bersihkan kerak di ruang bakar, termudah pakai carbon cleaner,” . Paket tune up berikut carbon clean ini harus keluar uang sekitar Rp 350 ribu.

Kemudian kondisi filter bensin juga wajib diperhatikan, “Seperti pada Avanza, sebaiknya rajin kontrol kondisinya, biar kotoran tersaring maksimal. Jika dibiarkan bisa lolos dan bikin injektor terganggu, sehingga pembakaran kurang sempurna,” .

Kalau injektor terlanjur kotor, maka langkah yang harus ditempuh adalah kalibrasi dan pembersihan secara ultrasonic. Disarankan dilakukan setiap 40-50 ribu km. Kalau sekalian membersihkan injektor, tambah saja Rp 50 ribu per injektor, kecuali di luar paket tune up. Harganya beda lagi, jadi Rp 75 ribu per injektor.

Berikutnya kondisi busi dan kabel busi juga harus dipantau. “Busi yang sudah usang, percikan apinya tak maksimal, yang kalau dibiarkan bisa bikin koil lemah, lantaran busi tua memerlukan tegangan yang lebih besar,” . Kalau filter udara tentu wajib bersih, jika terlalu kotor segera ganti.

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 4 )

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 4 )

Sistem kelistrikan

Kelistrikan tak hanya lampu loh. Mulai dari perangkat di dasbor ataupun kinerja ECU, pasti ada arus listrik. Nah seiring usia pakai, mesti diyakinkan lagi nih soal kondisi kabel-kabel, termasuk soket dan sekering. Bahayanya kalau sampai ada arus listrik yang bocor. Bisa-bisa kabel meleleh dan terbakar karena tak kuat menahan panas berlebih.

Hal tersebut bisa kita hindari dengan pengecekan secara berkala. “Sistem kelistrikan mobil Jepang dengan Eropa itu berbeda. Kalau mobil Jepang susunan komponen kelistrikannya lebih mudah diperbaiki bila terjadi masalah,”

Contoh mengecek fungsi kerja pada head lamp tidak susah. Hanya mengecek pada bagian soket-soket untuk bohlam lampu utama, atau soket untuk lampu rem atau sein masih dalam kondisi layak pakai. Sering ditemukan masalah soket bohlam lampu utama meleleh. Biasanya disebabkan pemakaian bohlam yang watt-nya terlalu besar, tetapi tidak menambah relay.

Fuse atau sekering memiliki peranan vital. Tugasnya untuk memutus arus listrik jika terjadi korslet atau hubungan arus pendek. Untuk pemilihan dan penggunaan sekering yang benar, harus menyesuaikan ukuran yang tertera pada tutup fuse box

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 3 )

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 3 )

Kaki-kaki

Melihat kondisi jalan yang tidak selalu ‘mulus’, sistem kaki-kaki wajib dicek secara berkala. “Hal paling vital pada sektor ban. Sebaiknya mengganti ban 3 tahun sekali. Merek ban juga sangat berpengaruh. Tergantung pemakaian juga,”

Sokbreker, peredam yang satu ini rentan bocor saat mendapat impact kuat. “Melemahnya ayunan suspensi saat melewati jalan bergelombang menjadi ciri termudah untuk mendeteksinya. Kendaraan menjadi limbung mulai melemahnya atau rusaknya sokbreker,” . Paling murah ada Kayaba Excel G di kisaran Rp 1,4 juta sepasang atau Bilstein yang banyak dipakai untuk mobil keluaran Eropa, di kisaran Rp 5 juta sepasang. Nah, tinggal kali 2 saja kalau ingin ganti keempat sokbreker.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah karet bushing. Bunyi 'kriyet-kriyet' jadi deteksi awal kerusakan atau karet mulai pecah. Namun saat dalam kondisi basah, maka suara tersebut akan hilang. Akurasi kemudi akan menurun drastis dan mobil terasa limbung meski wheel alignment telah dilakukan. “Paling tidak, mesti keluar lagi biaya sebesar Rp 350 ribuan untuk berbagai merek,” . Tie rod end, ball joint, bearing juga perlu diperhatikan. Ongkos bongkar pasangnya sendiri untuk kaki-kaki berkisar Rp 150 ribuan.

Pada mobil yang sudah berumur 10 tahun biasanya masih menggunakan sistem pompa pada power steering. Wajib dicek juga tuh apakan terjadi kebocoran pada slang atau tidak. Efek yang dapat dirasakan adalah, pemutaran setir akan terasa berat dan pastinya membuat kenyamanan berkendara berkurang. Kalau masih bisa diatasi, jasanya berkisar Rp 200 ribu. Tapi kalau sampai harus overhaul, bisa sampai Rp 2 juta, tergantung dari tipe steering rack yang digunakan.

Sistem pengereman pada mobil yang sudah melewati kilometer 100.000, juga kerap bermasalah. Padahal sering sekali disepelekan. “Gampang untuk mendeteksi keausan pada kampas. Akan terjadi bunyi decitan saat melakukan pengereman dan pastinya tidak pakem. Jangan lupa sistem rem parkir. Untuk yang masih menggunakan kabel. Kabel tersebut biasanya sudah getas, dan itu akan mengganggu sistem pengereman,”

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 2 )

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 2 )

Mesin

Mesin terdiri atas ratusan bagian. Untuk menjamin agar mesin tersebut tetap bekerja maksimal, pasti diperlukan perawatan atau treatment khusus. Berikut adalah petunjuk umum mengenai bagian apa saja yang mesti diperhatikan, kalau sudah berumur lebih dari 10 tahun.

“Paling utama yang perlu diperhatikan adalah mengecek kompresi mesin,” . ”Kalau kompresi berubah, pasti ada sesuatu, entah packing kepala silinder bocor yang bisa menyebabkan overheating.” Kalau sudah begini, mau tak mau mesti turun setengah mesin. Ongkosnya berkisar Rp 4 juta sampai Rp 5 jutaan, tergantung merek dan tipe mobil.

Pun begitu untuk yang masih menggunakan timing belt, juga harus diperhatikan. Part ini biasanya diganti saban 100 ribu km. Nah, misal untuk Kijang Innova diesel yang masih pakai timing belt. “Ongkosnya saja untuk bongkar pasang Rp 350 ribu, belum termasuk part yang di kisaran Rp 300 ribuan,”

Oli rembes juga sering terlihat di bagian mesin, yaitu antara transmisi dan mesin. Biasanya berasal dari seal kruk as bagian belakang atau seal crankshaft. Untuk mengatasinya, harus mengganti seal crankshaft. Biasanya mesti keluar uang sekitar Rp 350 ribu juga, hanya untuk biaya jasa. Biasanya, harga seal kruk as di sekitar Rp 400 ribuan.

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 1 )

Yang Harus diperhatikan untuk Mobil umur diatas 10 tahun ( bagian 1 )

Emisi Gas Buang

Meski sudah cukup berumur, mobil diatas 10 tahun  tidak selamanya memiliki emisi gas buang yang buruk. Nah, untuk menjaganya jelas harus memperhatikan kondisi mesin. "Lakukan perawatan mesin. Dengan mesin yang terawat, tidak perlu terlalu takut emisi gas buang akan jelek,"

Namun, uji emisi juga sebaiknya tetap dilakukan. Biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu mahal, tak sampai Rp 100 ribu sudah bisa diketahui kondisi mesin. Saat dilakukan uji emisi akan tertera mengenai CO (karbon monoksida), HC (hidrokarbon atau bahan bakar yang tidak terbakar), lambda serta O2.


Untuk yang memiliki tahun produksi sebelum 2000 biasanya masih dibekali dengan penyetelan CO. Beberapa pabrikan seperti Mazda dan Toyota menempatkannya di ruang mesin. Namun Honda terletak tepat di samping pedal gas.

Karena penyetelan ini berhubungan dengan kadar emisi gas buang, maka tidak disarankan untuk melakukan penyetelan sendiri. Serahkan saja pada bengkel yang punya alat test emisi gas buang atau air fuel ratio supaya akurat."Penyetelan kalau tanpa ala, nanti hasilnya justru jadi tidak akurat. Mesin jadi tidak optimal,"