Sunday, April 28, 2013

DIY mengganti spion indoor Avanza / Xenia

DIY mengganti spion indoor Avanza / Xenia

begini step by step pemasangan spion

1. pertama copot cover lampu kabin tengah depan dan buka sekrup seperti pada gambar


2. setelah copot buka sekrup pengencang spion bawaan




3. setelah copot spion bawaan pasang kembali dudukan lampu seperti semula



4 lalu tempel bracket spion yg baru di kaca menggunakan lem epoxy ato lem besi.



Usir Embun di Lampu Toyota Avanza Xenia

Usir Embun di Lampu Toyota Avanza Xenia

Adanya embun di dalam lampu utama mobil jelas menandakan ada yang bocor. Bocor sedikit saja, bisa bikin molekul air menyusup masuk ke dalam ruang lampu. Menurut Udin, mekanik Pimas Motor, spesialis lampu di Pasar Mobil Kemayoran Blok S no.127, Jakpus, kalau sudah mengembun sebaiknya dilakukan servis lampu untuk mengatasinya (Gbr.1).



Dari mana air menyusup? Ada beberapa lokasi yang bisa menjadi lokasi penyusupan. Batok lampu sendiri terbelah dua, terbagi menjadi mika dan reflektor. Nah, sambungan antara keduanya itu hanya dengan klip yang juga diberi sealer pada permukaan sambungan. Kondisi sealer kurang padat atau permukaan renggang bisa jadi sumber bocor.

"Misalnya saat hujan atau mencuci mobil. Apalagi kalau cuci pakai air bertekanan tinggi, bisa saja air menyusup masuk,"


Kalau dibiarkan, selain efek estetika alias tak sedap dipandang mata, juga bisa bikin efek buruk buat reflektor (Gbr.2). "Reflektor nanti bisa mengelupas kalau lembab,"

Nah, servis lampu yang biasa dibanderol Rp 250 ribuan buat sepasang lampu depan ini meliputi bongkar pasang lampu dan dibersihkan termasuk menambah sealer baru di sambungan batok.

Setelah itu, juga memeriksa kemungkinan bocor lain. Seperti pada saat pemasangan lampu utama (Gbr.3), pastikan karet penutup belakangnya tertutup rapat.

Ada dua lubang lagi yang rentan jadi lokasi bocor. Yaitu lubang lampu sein (Gbr.4), periksa karet pada fitting lampu. Selain itu juga ada lubang hawa (Gbr.5) yang kalau terbuka atau bocor bisa bikin uap air menyusup

Melepas Panel Indikator pada Dashboard Avanza Xenia

Melepas Panel Indikator pada Dashboard Avanza Xenia

Langkah untuk melepas panel indikator (speedo, RPM, dsb) pada Avanza/Xenia

1. Buka sekrup dengan menggunakan obeng philips (+) pendek (panah hijau)



2. Tarik hingga terlepas bingkai penutup panel berwarna hitam. Perhatikan posisi klem (panah kuning), hentak-kan untuk melepaskannya.


3. Setelah bingkai hitam berhasil dilepas lanjutkan dengan melepaskan 4 sekrup pada sisi kiri-kanan panel (panah ungu)


4. Dari bagian bawah dashboard, tekan pengunci kabel speedo (panah merah) dan dorong dengan jari panel indikator untuk melepaskan kabel speedo dari panel. Jangan menarik kabel speedo untuk melepaskan dari panel, karena lebih susah.


5. Tarik panel dengan hati-hati, arahkan agar panel menghadap keatas. Lepaskan satu-per-satu kedua connector kabel dengan cara menekan pengunci dan menarik konektor ke arah bawa secara perlahan.


6. Keluarkan panel dengan hati-hati dari dashboard. perhatikan tepian panel karena berpotensi membuat baret di plastik dashboard.


Untuk memasang kembali:

1. Pasang kedua kabel connector
2. Pasang keempat sekrup pada sisi kiri-kanan panel
3. Pasang kabel speedo dengan mencocokan posisi ujung kabel. Pastikan terkunci dengan baik.
4. Cek lampu-lampu indikator dengan kunci starter di posisi ACC-ON
5. Bila normal, lanjutkan dengan memasang bingkai. Jangan lupa sekrupnya...

source : forum tetangga

Thursday, April 18, 2013

Seputar pertanyaan Corola Altis

Seputar pertanyaan Corola Altis

Q: Setir bergetar?
A: Jika hanya saat di rem bergetarnya, cek Laher Roda & CV Joint. Karena jika sudah >50ribu kilometer & sering lewat jalan rusak kedua parts tersebut rentan.Kalau stir getar waktu nge-rem, kemungkinan besar disc rotor-nya gelombang om. mungkin bubutnya belum bagus

Q: Lampu di Speedometer Mati?
A: Biasanya ada yang konslet di Cluster Speedometer-nya >> di service, diganti IC atau resistor yang rusak

Q: di daerah pulley (V-Belt) ada suara krrr..krr..krrr..
A: idler-nya... harga di BeRes berkisar 1,7juta >> gejala tensionernya, bearingnya dah mulai oblak.. memang mahal >> Coba tanya2 dulu di Atrium atau DTMF

Q: belok kadang2 bunyi kayak "kretek" atau "krok"
A: kemungkinan besar memang laher dan atau CV joint. Dikarenakan laher sdh mulai rusak posisi CV joint kadang berubah2 apalagi di kcepatan tinggi, dan apabila ditambah lagi pengereman di kecpatan tinggi kaka gaya yang diterima laher dan CV joint smakin besar sehingga efeknya menggetarkan semua komponen yg terkait dgn sterring. Mulai dari steering rack dan column lalu ke steir.

Perlu diketahui di kecepatan 100 km/jam dibutuhkan sekitar 200 BHP untuk menhentikan mobil dan ini langsung diterima oleh disc dan diteruskan ke komponen disekitarnya seperti laher, CV joint, Tie rod, Rack dan Stir. Jika kondisi laher roda sdh kurang baik maka Disc cepat peyang, getaran di stir dan paling parah CV Joint bisa pecah.

Q: gimana biar body keliatan kinclong?
A: bawa ke saloon; atau DIY >> Turtle Wax Ice (kemasan biru) - 160ribu di Ace / Meguiars / AutoGlym / 3M Finish It ll + compound botol 100ml - 100rb

Kaki-Kaki Dan Power Steering Corolla Altis

Kaki-Kaki Dan Power Steering Corolla Altis

Corolla Altis ini memang yahud buat harian. Kabin penumpang luas dan nyaman serta mesin tipe 1ZZ-FE yang bandel, kerap juga jadi andalan pejabat dan pengusaha untuk dinas kantor maupun keluarga. Selain lincah, konsumsi BBM juga irit (1 liter :10 km).

Karena bandel, justru membuat pemilik lengah. Apalagi keluaran pertama yang sudah berusia 9 tahun, waktunya berbenah komponen.

“Namanya mobil berumur, komponen sudah mulai lelah,”

Bushing Arm
Corolla Altis enak diajak ngebut tanpa body roll di jalan tol sangat dipengaruhi dari tugas bushing arm belakang, selain dari sistem suspensi. Altis yang sudah uzur dipastikan memiliki bushing arm yang sudah afkir, apalagi kalau selama pemakaian lebih sering menghajar lubang dan jalan rusak.

Pilihan pengganti bisa 2 macam, versi assembly yang dipaket dengan ‘tulang’ alias arm set atau hanya membeli karetnya saja. Versi pertama adalah untuk suku cadang genuine Toyota sementara karet bushing untuk paket hemat versi aftermarket.

As Roda
Terlahir penggerak roda depan, as roda pegang peran vital sebagai rangkaian drive train. Ditambah joint yang kerap dipakai roda depan untuk belok. Umumnya Corolla Altis memiliki konstruksi as roda solid karena memang dirancang tahan banting.

Toh, tetap tak bisa menjadi patokan bila rute sehari-hari banyak menghantam jalan berubang atau bumpy. Belum lagi kebiasaan belok patah saat parkir. Bila sudah ada indikasi bunyi gluduk..gluduk saat setir belok, bisa jadi as roda mulai afkir.

Power Steering
Perangkat ini juga rawan bocor untuk Altis tua. Apalagi sistem masih hidrolis. “Sil menahan beban tekanan besar sehingga berakhir dengan kebocoran,” jelas Budi.

Bila as steering rack tak ‘luka’, berarti kebocoran dari sil yang sudah melar. Di sentra onderdil tersedia kit power steering versi asli atau KW.

Tips Toyota Corolla Altis

Tips Toyota Corolla Altis

Sabuk karet penggerak puli kruk as, alternator dan kompresor AC ini jelas memiliki umur pakai. Suhu tinggi mesin dan pergerakan belt yang rutin dan terkadang ekstrem selama bertahun-tahun membuat material karet menjadi fatique (getas). Indikasi bisa dilihat dari pinggiran belt yang retak-retak.


Jangan tunggu sampai putus saat mobil sedang jalan karena pengisian (recharging) dan AC mendadak mati. Barang penggantinya pastinya ready stock dengan harga terjangkau (Rp 175 ribu).

Baik yang genuine Toyota maupun yang aftermarket. Tetapi sebaiknya gunakan yang berkualitas bagus karena fungsinya cukup vital.

Sil Kruk As

Lagi-lagi seputar sil tetapi kali ini penahan cairan di mesin . Tepatnya sil kruk as. Untuk Altis yang sudah lebih dari 7 tahun, harus waspada karena pelumas mesin cepat habis karena bocor.

Indikasinya mesin yang basah atau kotor karena cipratan oli seputar crankshaft pulley. Meski tak seberapa mahal (sekitar Rp 300 ribuan), tetapi harus turun mesin dengan biaya Rp 600 ribuan.

Total biaya nyaris Rp 1 juta hanya untuk sebuah sil karet? Pertimbangkan lagi bila oli meler dekat puli kruk as.

Master Kopling Bawah
Toyota Corolla Altis bertransmisi manual sering mengalami kopling berat atau bagel saat pedal diinjak. Ini lantaran master kopling bawah sudah mulai seret (tidak normal) karena kotoran atau endapan akibat oli hidraulis.

Wednesday, April 17, 2013

Buka Emblem "H" Honda tanpa rusak Kakinya

Buka Emblem "H" Honda tanpa rusak Kakinya

Sudah banyak pengguna mobil Honda mengganti emblem H dengan yang berwarna merah. Keluhannya yang paling sering adalah  mereka mendapati emblem aslinya "terpaksa" patah kaki pengaitnya. Hal ini disebabkan karena installernya menarik paksa dari arah luar padahal kaki emblem dikunci dengan klip ring yang super kuat sementara kaki emblem hanya berdiameter tak lebih dari 3mm.




Prosesnya tentu memakan waktu lebih lama.
Untuk emblem depan:

  • Lepas bagian atas bumper
  • Lepas air intake hose
  • Lepas grill
  • Lepas emblem
Untuk emblem belakang:

  • Lepas lengan wiper belakang
  • Lepas tailgate trim (doortrim bagian belakang)
  • Lepas license plate cover
Untuk melepas klip ringnya saya menggunakan obeng kecil dan tweezer. Entah, mungkin ada cara yang lebih baik. Yang jelas, saya sukses pada emblem depan, sedangkan pada emblem belakang kedua kaki tetap saja patah walau hanya di ujung kakinya saja (masih bisa dipasang kembali).


Mobil lewati polisi tidur bantingannya patah

Mobil lewati polisi tidur bantingannya patah

1. Mobil Avanza  2008,  jadi kalau ada polisi tidur kok bantingannya kaya patah ya?
   Ada masalah di stopper atau Shock yg kena?


  Kemungkinan bushing atau stopper atau shock-abs atau semua komponen yang disebut udah uzur & wajib ganti.

3.Terus juga persneling dari gigi 1 ke gigi 2 tersendat, padahal kopling sudah diinjak.

  Apakah mobil sudah pernah servis besar & ganti oli transmisi ? Apabila belum langsung servis besar sekaligus tune up termasuk ganti oli transmisi & gardan... masih susah juga, cek kondisi kabel kopling.
Kabel kopling aman tapi masih bermasalah tinggal 2 kemungkinan :

a. Memang karakter transmisi susah pindah posisi gigi 1-2, atau

b. Kemungkinan ada komponen kopling dari pedal sampe bonggol transmisi yang tua jadi mau-nggak-mau, suka-nggak-suka wajib cek & (mungkin) overhaul transmisi