Tuesday, May 28, 2019

Ciri Ciri mesin Mobil Overheating

Ciri Ciri mesin Mobil Overheating



Agar lebih mudah dipahami, berikut ini ada beberapa ciri-ciri mesin overheating antara lain sebagai berikut:

Ciri Ciri mesin Mobil Overheating

Saat mobil sudah menempuh jarak yang jauh ataupun ketika berada di jalan yang menanjak, suara halus dari mesin akan berubah menjadi kasar. 

*Performa pada mesin tiba menjadi drop ketika temperatur suhu sudah melampaui batas normal.
*Saat mesin jadi overheating, sistem pendingin ruangan atau AC akan tiba-tiba menjadi panas. Hal ini dikarenakan untuk sebagian kendaraan kini telah dilengkapi dengan sistem safety load. Sistem ini akan bekerja ketika mesin mengalami overheating dan memberikan perintah kepada Sistem ECU untuk memutuskan sejumlah komponen yang membuat putaran mesin menjadi berat, seperti kompresor ac. 
*Jika kondisi sudah cukup parah, maka hal yang paling buruk dapat terjadi ialah oli akan bercampur dengan air yang disebabkan oleh kebengkokan pada silinder head ataupun block silinder mengalami keretakan. 
*Lalu apa saja penyebab terjadinya overheating pada mesin mobil

Penyebab mesin overheating
Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab mesin mobil menjadi overheating, antara lain adalah

1. Air didalam radiator habis
Seperti yang sudah kita ketahui untuk menjaga suhu mesin tetap stabil dibutuhkan cairan khusus sebagai pendingin mesin atau biasa disebut air radiator, jika sistem pendingin kehabisan cairan maka dengan otomatis mesin yang terus bekerja akan mengalami peningkatan suhu yang sangat drastis akibatnya overheating pun bisa terjadi. Biasanya air radiator bisa sampai habis total diakibatkan adanya kebocoran yang terjadi pada bagian selang radiator, tutup dan pada bagian radiator itu sendiri.

2. Pecahnya Kipas pendingin radiator
Kipas pendingin ini berfungsi untuk membantu mendinginkan radiator dengan cara membuat udara dapat mengalir melewati sirip-sirip radiator. Udara yang tercipta akan menyerap panas pada sirip-sirip radiator sehingga temperatur air pendingin pada radiator dapat diturunkan. Ketika kipas pendingin pecah ataupun patah maka akan mengurangi proses penyerapan panas pada sirip radiator dikarenakan udara yang diciptakan akan berkurang jumlahnya, akibatnya mesin mengalami overheating.

3. Fan belt putus
Fan belt berfungsi untuk menghubungkan putaran mesin ke berbagai komponen seperti kompresor ac, dinamo alternator, dan water pump, jika fan belt terputus maka komponen yang bekerja dengan memanfaatkan putaran dari mesin akan terhenti termasuk water pump, sehingga membuat proses perputaran air dengan suhu yang panas didalam mesin akan terhenti akibatnya temperatur suhu akan melonjak naik.

4. Thermostat tidak berfungsi dengan baik

Ketika suhu air didalam mesin belum mencapai suhu optimal maka sirkulasi air menuju radiator akan tertutup dan jika suhu air didalam mesin sudah mencapai batas yang ditentukan maka Thermostat akan membuka jalur menuju radiator, tujuannya agar air didalam mesin yang sudah mencapai suhu optimal akan bertukar dengan air bersuhu rendah yang berada di dalam radiator. Thermostat yang tidak berfungsi dengan baik akan menutup jalur pertukaran air sehingga menghambat sirkulasi air menuju radiator sehingga akan menyebabkan mesin over heating.

Friday, May 17, 2019

Rahasia Tetap Fokus Berkendara di Bulan Puasa

Rahasia Tetap Fokus Berkendara di Bulan Puasa



Ketika seseorang berpuasa selama belasan jam, kadar gula darah dalam tubuh akan mengalami penurunan dan berpotensi mengalami dehidrasi. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang merasa lelah dan menjadi tidak sabar. dr. Daniel Bramantyo, seorang dokter dari Rumah Sakit Pertamina Jaya, mengatakan kondisi tubuh biasanya menjadi lebih lemas pada saat berpuasa, dan tentunya akan mempengaruhi kekuatan dan ketahanan saat mengemudi. "Puasa dapat mempengaruhi fungsi kognitif dan memiliki efek langsung seperti kurangnya konsentrasi, menguap, dan mengantuk yang membuat pengendara tak menyadari keberadaan rambu lalu lintas," jelasnya.

Oleh karena itu, dr. Daniel membagikan beberapa beberapa langkah untuk menjaga konsentrasi saat mengemudi yang dapat Anda terapkan dalam aktivitas sehari-hari:

MENJAGA FOKUS, TETAP SEHAT DAN BUGAR SELAMA PUASA

1. Penuhi Asupan Gizi

Saat sahur, jangan pernah lupakan konsumsi karbohidrat kompleks yang ada di dalam nasi merah, ubi, jagung, roti gandum, dan makanan lainnya. Asupan protein dan lemak juga tidak boleh ditinggalkan, karena jika kita tidak mengkonsumsinya, dikhawatirkan badan akan mudah terasa lemah di siang hari.

2. Jaga tubuh tetap terhidrasi

Ketika sahur atau berbuka, kita dapat mengkonsumsi jus buah yang membantu proses pencernaan tetap lancar sekaligus menjaga asupan vitamin dan nutrisi baik lainnya yang penting bagi tubuh. Selain itu, pastikan agar Anda minum 8 gelas air putih demi mencukupi kebutuhan cairan tubuh sekaligus mencegah dehidrasi.

3. Hindari makanan pedas dan asam

Sebaiknya Anda menghindari makanan yang pedas dan juga asam karena hal ini dapat mengganggu fungsi lambung dan pencernaan yang dapat mengakibatkan asam lambung. Asam lambung selama berpuasa akan sangat memperberat kondisi tubuh.

AMAN BERKENDARA SELAMA PUASA

1. Jaga Kecepatan

Jaga kecepatan kendaraan yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan, sebab fisik orang yang tengah menjalankan puasa tidak sebugar dibanding saat tidak berpuasa. Rasa kantuk akan muncul ketika badan terasa tidak bugar. Karena itu, berkendaralah dengan kecepatan wajar, karena kemampuan spasial (melihat jarak, membaca kecepatan) seorang pengemudi yang berpuasa biasanya tidak maksimal, dan ini menimbulkan reaksi yang lebih lambat.

2. Waktu Tidur

Di bulan puasa, jam tidur akan terpotong waktu sahur. Ini membuat pengendara lebih cepat lelah dan kurang berkonsentrasi. Karena itu maksimalkan waktu jam tidur dan kurangi aktivitas yang mengurangi waktu istirahat yang tidak menjadi prioritas dan kurang bermanfaat, seperti begadang. Tidur yang cukup merupakan dapat menghindari rasa kantuk saat mengemudi.

3. Jaga Emosi

Kemacetan biasa terjadi di waktu menjelang berbuka puasa. Kondisi itu cukup mengganggu di mana setiap pengendara tergesa-gesa untuk segera sampai di rumah dan berbuka bersama keluarga. Ketika Anda mengemudi sebaiknya tetap tenang dan atur pikiran untuk selalu berfikir positif dan bersabar untuk menjaga emosi. Cara mengemudi yang santun dan tidak mengganggu pengguna jalan lain akan mengurangi risiko kecelakaan.

4. Tetap terhibur dengan in-car entertainment

Di bulan puasa, pengendara akan menjadi sangat cepat untuk lelah dan mengantuk dengan mudah apalagi ketika berhadapan dengan kemacetan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan radio atau in-car entertainment kendaraan Anda dapat berfungsi dengan baik. Hal ini dapat membantu Anda untuk menstimulus pikiran untuk tetap jernih dan menjaga mood Anda tetap baik. Hal ini dapat melepas tingkat stress Anda di jalan dan meminimalisirkan kadar emosi yang dapat memicu keluarnya energi yang cukup besar. Selain itu, Anda pun dapat mendengar kapan azan Magrib berkumandang.