Tuesday, May 26, 2015

Penggunaan & Perawatan CVT

Penggunaan & Perawatan CVT

1.Apa benar perawatan matic lebih ribet + mahal?
klo mahal emang semahal apa di banding manual??
Perawatan matic kalau lurus lurus aja ngikut pabrikan: KM ke 40 ribu ganti oli matic. Biasanya 3-4 liter. Tergantung mobilnya juga. Biasanya di angka 170an ribu untuk oli doang. Ini hanya ngetap.
Ada juga kuras oli matic. Caranya dengan mendorong seluruh oli matic lama dengan oli matic baru, keluarin, sampai yang keluar dari girbok adalah oli baru, baru setop. Biasanya di angka 350ribu untuk olinya doang. Ongkos, rata rata di 75 ribu, gan, tergantung tempatnya juga.

Kalau manual, selain kudu ganti oli nya, juga ada jadwal ganti kampas rem, matahari dan dekrup. Silakan dikalkulasi sendiri berapa biayanya.
Untuk gambaran, sebuah Kuda Diesel jadul kami, ganti kampas kopling sama mataharinya, habis 2,2 juta, belum ongkos. Itu pakai sparepart Mitsubishi asli.

Trus ngrawat matic selebihnya hanya pemakaiannya aja gan. Saat pindah lever / tuas matic dari P <=> R <=> N <=> D, usahakan injak rem yang kuat. Supaya momen inersia tenaga mesin ngga bikin seal seal bocor akibat kehentak beban mobil yang 1 ton-an. Biarkan transmisi engaged, baru deh lepas rem, ngegas.
Jangan pernah pindah dari D ke R atau sebaliknya secara buru buru seperti kalo kita pakai manual.Kalem, smooth. Itu doang.

2.Apa benar matic klo mogok gak bisa di tarik seperti transmisi manual??

Ya benar, tapi tergantung yang derek. Kalau terpaksa terpaksa banget nggada mobil derek gendong, maka karena mobilio ini gerak roda depan, diderek di bagian depan. Bagian roda belakang yang ngga nyambung ke transmisi bisa menggelinding. Sebisa mungkin derek gendong aja.

3.Apa benar transmisi matic tidak handal alias lebih cepet rusak???
Biasanya matic cepat rusak karena tiga hal:
- Pakai jenis oli yang salah (tidak sesuai aturan pabrik)
- Pengoperasiannya grubak grubuk kayak manual, misalnya kalo pas puter balik buru buru yg pake acara mundur segala.
- Dipaksa lewat banjir tinggi. Perlu diketahui, transmisi manual pun tidak boleh juga menerjang banjir tinggi, karena manual juga punya lubang breather pembuang panas. Kalau air banjir masuk, sami mawon, oli berubah jadi kopi susu, gear gear bakal berkarat kalo ngga di overhaul. Hanya saja, transmisi matic memiliki lubang pernafasan sedikit lebih besar, karena suhu kerja oli transmisi jauh lebih tinggi dibanding manual. Karena itu, air radiator yang dipakai juga lebih banyak dibanding manual, karena air radiator di matic juga dialirkan untuk ngademin transmisi matic. Selain itu, elektrikal di gelondongan matic juga lebih banyak dibanding manual.

4.Apa benar matic klo rusak tidak bisa di perbaiki alias harus ganti 1 set unit transmisi?

 Kebetulan matic mobilio ini CVT, jadi...ya kalau kerusakan, kudu ganti segelundung. Sekira 45 juta harganya. Tapi, selama masih dalam langganan bengkel resmi, dan pemakaian tidak kasar kasar, apabila ada fault, masih dalam jaminan garansi. Yang paling jelas bakal menggugurkan garansi: Tidak serpis di bengkel hando, dan ketauan habis nerjang banjir.

5.Apa benar matic susah wat ngebut atau naik gunung atau ngebalap mobil lain?
Hehehehe... ni mobilnya mo buat balapan di sentul atau bawa keluarga?
Kalau hanya ngebut 100-120kpj aja ya jelas sanggup lah... avania matic 1300 aja anteng anteng aja dikebut 150, gan.
Naik gunung? Gunungnya seberapa terjal gan? Kalo hanya jalur selatan mah eces gan. Kita tinggal injak gas lebih dalam kalau perlu nurunin gear (pada geared AT), kalau di CVT, injek gas lebih dalam untuk merubah rasio pulley cvt nya. Mirip bawa motor matic aja..

No comments:

Post a Comment