Wednesday, August 21, 2013

Mengganti Radiator Coolant

Mengganti Radiator Coolant

Pada cara kerjanya, radiator mobil menggunakan lebih dari sekedar air saja untuk mencegah mesin kepanasan. Radiator menggunakan campuran air dan cairan anti beku, yang dikenal juga sebagai coolant atau cairan pendingin. Karena memiliki bahan anti karat yang merupakan produk sampingan dari persentuhan air dan udara.

Nah, jika anda tidak pergi ke bengkel mobil tapi ingin mengganti cairan pendingin sendiri, maka sebaiknya bahan pencegah karat ini jangan dicampur atau ditambahkan dengan bahan anti beku yang ada dalam mesin alumunium. Lihatlah petunjuk pada buku petunjuk agar anda mendapatkan rekomendasi bahan anti beku seperti apa yang layak untuk mesin anda.

Dan yang terpenting adalah anda harus mengingat kalau bahan anti karat ini sebaiknya diganti dan dibuang setiap dua tahun. Biasanya bengkel mobil juga menyarankan untuk mengganti selang radiatornya sekalian. Karena komponen-komponen ini juga akan rusak seiring dengan penggunaannya, dan dapat tidak berfungsi jika anda sangat membutuhkannya, jadi jangan ambil risiko lebih besar untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan anda dengan mobil anda.

Adapun cara singkat yang mungkin bisa anda lakukan untuk mengganti air pendingin di radiator adalah dengan membuka tutup radiator dan mengeringkan cairan dari system pendingin. Namun pada sebagian mobil hal ini berarti menaruh wadah terbuka yang dapat menampung dua sampai lima gallon di bawah radiator. Beberapa mesin juga mempunyai satu atau dua buah sumbat saluran cairan pendingin di blok mesin yang harus dibuka untuk mempermudah mengalirkannya dari blok. Selain itu jangan lupa mengeringkan reservoir cairan pendingin kalau memungkinkan, karena alat pemanas mobil anda mungkin memiliki sumbat saluran.

 

No comments:

Post a Comment