Wednesday, January 14, 2015

Deteksi Kerusakan Mobil dari Bau

Deteksi Kerusakan Mobil dari Bau

1. Bau Oli Panas
Jika Anda mencium ada bau oli panas, berarti oli mesin bocor atau merembes ke sistem pembuangan mobil.
Untuk memastikan benar atau tidaknya ada oli bocor, Anda cukup melihat apakah ada bekas oli menetes di kolong mobil atau dengan cara melihat ada asap yang keluar dari bagian mesin atau tidak. Matikan mesin terlebih dahulu sebelum mengeceknya.

2. Bau Bensin
Ini mungkin merupakan bau yang cukup familiar bagi hidung setiap orang. Bau bensin sudah pasti menandakan adanya bensin yang bocor atau tumpah. Pada mobil, bensin bocor bisa terjadi pada tangki bensin atau bagian injeksi bensin. Adanya bau bensin bisa menjadi penyebab kebakaran, karena itu harus segera ditangani.

3.Bau Sirop (manis)
Bau sirop (manis-Red) bisa menjadi penanda bahwa cairan pendingin di radiator bocor dari komponen yang terkait dengan sistem pendingin mobil.
Berhati-hatilah ketika akan memeriksanya. Jangan pernah membuka tutup radiator ketika masih dalam keadaan panas.


4.Bau Karpet Terbakar
Bau karpet terbakar mengindikasikan adanya masalah pada rem mobil Anda. Jika Anda mencium adanya bau karpet terbakar, segeralah berhenti dan periksa rem mobil. Bau karpet terbakar biasanya terjadi ketika mobil sedang digunakan.

5. Bau Telur Busuk
Mungkin Anda tidak menyangka bahwa bau telur busuk dapat muncul dari dalam mobil Anda. Jika memang ternyata Anda mencium bau telur busuk, tak perlu repot-repot mencari keberadaan telur busuk yang mungkin tertinggal di bagasi atau di kolong kursi mobil.

Bau telur busuk akan muncul apabila catalytic converter Anda bermasalah, yakni tidak mengonversi hidrogen sulfide di sistem pembuangan menjadi sulfurdioksida. Bau telur busuk juga dapat menandakan mesin mobil yang bermasalah sehingga catalytic converter kelebihan beban yang akhirnya rusak sama sekali.

6. Bau Karet Terbakar
Jika Anda mencium bau seperti karet terbakar atau hangus, berarti ada masalah pada drive belt mobil Anda. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.
Pertama adalah drive belt Anda bergeser atau tidak pas posisinya. Kedua, ada selang yang lepas sehingga bergesekan dengan komponen bergerak lainnya. Ketika akan memperbaiki, berhati-hatilah dengan mesin yang masih dalam


No comments:

Post a Comment