Saturday, November 1, 2014

FAQs (Frequently Asked Questions) Honda Jazz

FAQs (Frequently Asked Questions) Honda Jazz

Q : Jenis jazz di pasaran kita itu apa ajah ?
A : Jazz lama (GD3) dan new jazz (GE8)

Q : Apa bedanya matic jazz lama dan baru ?
A : Jazz lama menggunakan sistem CVT dan jazz baru menggunakan girbokas matic konvensional 5 speed.

Q : Apa itu CVT ?
A : Continously Variable Transmission, nyawa utamanya adalah rantai baja di dalamnya (seperti belt karet pada motor matic). Disebut CVT karena rasio girnya yang bisa berubah sesuai tenaga dan kebutuhan mesin, makanya raungan mesinnya relatif monoton seperti motor matic pada umumnya karena nggak ada oper mengoper gigi, kecuali kalau mode tiptronik 7 speednya diaktifkan.

Q : Oli Mesin pake apa?
A : Oli umum yang dijual dipasaran, minimal semi sintetik dengan kekentalan 10W-40 dengan api service SJ ke atas (SM, SN lebih baik). Full sintetik dengan viskositas 5w-30, 5w-50, dsb. Semakin kecil angka W, semakin encer olinya. Namun perlu diingat bahwa penggunaan oli full sintetik yang encer dapat menguap karena iklim tropis negara kita, ditambah lagi kalau situasi ekstrim seperti jakarta, dll. Merk oli bebas, sesuai selera dan dompet.

Q : Oli matic pake apa?
A : utk CVT harus menggunakan CVTF HONDA. Untuk matic 5 speed konvensional pada jazz baru, menggunakan ATF Z-1 Honda. Ingat jangan tertukar dan jangan sengaja menukarnya.

Q : Oli manual pake apa?
A : MTF Honda

Q : Perlu ganti oli manual ga?
A : Perlu, tiap 40rb sampai 60rb km.

Q : Perlu kuras oli matic ga?
A : CVT ga perlu. Matic konvensional perlu, setelah sekitar 60rb km perjalanan disarankan untuk dikuras.

Q : Kenapa CVT ga dikuras? bengkel2 nyaranin lho
A : Apakah semua bengkel2 yang nyaranin mengerti struktur CVT ? belum tentu. Mereka rata2 hanya tau, matic dan manual. Girboks CVT GD3 simpel, nggak banyak celah2 dan saluran sempit, begitu isi oli, langsung masuk ke karternya, beda dengan matic biasa dimana banyak saluran2 sempit, dan ada torque converter, makanya perlu kuras. Jangan hanya menjadi korban bujukan bengkel demi keuntungan mereka semata.

Q : Jadi kalo CVT mau di "kuras" mending gimana?
A : perpendek interval penggantiannya. Misalnya tiap 10rb km, gantilah setiap 5rb km. Ingat, diganti biasa ya. Bukan dikuras. Hanya intervalnya yang diperpendek.

Q : interval penggantian oli mesin?
A : oli mesin semi sintetik tiap 5rb km, full sintetik tiap 10rb km, untuk kondisi ekstrim, kurangi 20% nya, jadi semi seintetik tiap 4rb km dan full sintetik tiap 8rb km.
Perlu diingat bahwa penggantian oli mesin juga berpengaruh waktu. Jika sudah 6 bulan pakai semi sintetik, saatnya ganti walau belum 5rb km. Juga untuk oli full sintetik. maksimal 1 tahun, sebaiknya jangan sampai setaun.

Q : Interval penggantian oli matic?
A : CVT tiap 10rb km (buku manual tiap 20rb bahkan 40rb, tidak disarankan untuk iklim negara kita) ; Matic konvensional bisa tiap 20rb atau 40rb km.

Q : Filter oli kapan diganti ?
A : Setiap 2 kali ganti oli mesin

No comments:

Post a Comment