Sunday, September 21, 2014

Komponen penambah performa Mesin Mobil

Komponen penambah performa Mesin Mobil

Dengan perawatan berkala, umumnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap komponen-komponen yang dihitung berdasar umur pakai. Meski bisa dilakukan sendiri, tapi bagi yang awam sebaiknya dilakukan oleh pihak bengkel.

Tanpa menggunakan komponen pendongkrak tenaga mesin mobil , kinerja mesin dapat tetap optimal. Yang penting melakukan perawatan berkala, baik di bengkel resmi maupun non resmi.

Jangan dulu berpikir komponen-komponen besar saja yang bisa menurunkan performa mobil, spare part yang masuk kategori fast moving sekalipun memiliki andil terhadap kinerja mesin. Bahkan, yang jarang terpikir juga bisa menurunkan perform

4 Komponen memaksimalkan performa mesin mobil :

1.Busi.
Sebagai jalur keluarnya api di ruang bakar, busi pegang peran yang sangat penting. ‘Kesehatan'nya harus terus dijunjung tinggi supaya daya perciknya tetap maksimal. Seiring perjalanan waktu, kinerja busi akan menurun dan akan menurunkan besaran tenaga mesin.Tes dilakukan  dengan cara dyno menggunakan All New Toyota Avanza. Perbedaannya sebanyak 8 DK antara busi yang sudah berjalan 15 ribu kilometer dengan yang baru. Sementara itu, dengan mengganti pakai busi iridium, naik 2 dk dibanding busi baru tadi.


2.Saringan udara
Paling umum yang mempengaruhi kinerja mesin yakni filter udara. "Ini adalah jalur pertama penyaring udara. Kalau kotor, maka aliran udara yang masuk ke ruang bakar akan terhambat. Jadi bisa berpengaruh juga ke kinerja tenaga mesin. Sebab itu sebaiknya diganti secara rutin,". Semakin lancar aliran udara, maka sebenarnya tenaga mesin meningkat meski sedikit.Saringan udara aftermarket yang tidak terlalu rapat, mampu menaikkan tenaga sebesar 1,8 dk. Namun, jangan mencari lancar lantas saringan udara dilepas, karena justru sangat berbahaya.

3.Oli.
Disadari atau tidak oli juga berpengaruh pada menurunnya tenaga mesin. Walau penurunannya tidak terlalu banyak. Sebab dengan oli yang sudah terlalu lama maka kinerja dari oli tersebut juga sudah menurun. Pelumasan ke komponen juga berkurang. Mengakibatkan panas pada komponen bertambah. Ini yang berpengaruh pada kinerja mesin.

4. Kopling.
Sebagai penerus daya dari mesin, jelas kopling pegang peranan sangat penting. Kalau sudah aus, maka transfer tenaga dari mesin jadi tidak maksimal. Sehingga terdapat tenaga mesin yang terbuang percuma, efeknya, penurunan tenaga. Masyarakat umum lebih kenal dengan istilah kopling selip. Dengan kopling selip penurunan tenaga bisa mencapai 50% bahkan lebih. Tapi ini tergantung juga dari gaya mengemudi.Namun jika ingin aman,ganti kalau sudah lebih dari 100 ribu kilometer.



No comments:

Post a Comment